Penelitian Menarik Seputar Orgasme

Posted on Juli 8, 2012

0


MENGETAHUI secara tepat bagaimana otak dan tubuh bekerja sama untuk mengantarkan seseorang mencapai orgasme tentu akan membuat puncak kenikmatan seksual itu menjadi lebih fantastis. Tahukan Anda bahwa rahasia terbesar sering kali terletak pada bagaimana cara memicunya.

Orgasme terasa luar biasa. Kontraksi otot genital dapat meledak dalam sebuah hubungan seksual. Tapi, dalam beberapa hal prosesnya memerlukan pengaturan spesifik (alunan musik lembut, lampu diredupkan), posisi tubuh, dan teknik tertentu.

Tak heran jika bidang ini menjadi objek penelitian menarik bagi para ilmuwan. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah ilmuwan mulai membuat beberapa penemuan penting tentang apa yang terjadi di dalam tubuh dan otak sebelum, selama, dan setelah orgasme.

Foreplay
Foreplay merupakan bagian penting dalam bercinta. Selama saling meraba, mencium, dan membelai, sistem saraf mulai membuat catatan dan pesan tentang rasa nikmat melalui jaringan sarat yang mengalir dari panggul sampai ke otak. Di tahap awal ini, banyak perempuan kehilangan fokus terhadap sensasi menyenangkan itu, karena tidak bisa membungkam suara-suara lain di kepalanya.

Agar pikiran tidak berkelana ke mana-mana, Ian Kerner penulis buku ‘She Come First’, menyarankan untuk menekankan pada salah satu indera Anda. Misalnya, fokus pada aroma tubuh pasangan, menikmati sensasi belaian tangannya, atau bagaimana rasa ciumannya. Debby Herbenick penulis buku ‘Because It Feels Good’, sering menyarankan untuk berfantasu.

”Kedengarannya berlawanan dengan intuisi. Namun, studi menunjukkan bahwa fantasi seksual bisa menolong perempuan menjadi dan tetap terangsang. Berpindah ke sebuah set pikiran seksual membuat Anda secara fisik lebih responsif,” ujarnya seperti dikutip situs womenshealthmag.com.

Menurut Barry Komisaruk seorang profesor psikologi di Rutgers University dan penulis ‘Orgasm Answer Guide’, ketika terangsang, saraf berkomunikasi dengan otak dan mengatakan sudah waktunya untuk meningkatkan aliran darah. Hasilnya, area genital menjadi membesar dan lembap, dan payudara membengkak dan puting susu mengeras. Tubuh pun semakin sensitif terhadap sentuhan, dan menyebabkan saraf mengirimkan pesan lagi ke otak untuk memompa lebih banyak darah. Hasilnya, lingkaran kenikmatan yang terus bertambah.

Intercourse
Langkah terpenting untuk mencapai puncak kepuasan seksual barangkali belajar memperlambat, dan memastikan tubuh cukup prima sebelum maju ke hubungan seks.

”Ketika Anda merasakan sensasi berdenyut di area genital atau tekanan kuat di dinding vagina, sudah waktunya bertransisi ke hubungan seksual. Ambil posisi yang memungkinkan kontak ke klitoris,” saran Herbenick.

Penelitian terobosan daru urolog Australia Helen O’Connell menemukan, klitoris sebenarnya memperluas jalan ke pelvis dan memainkan peranan penting dalam orgasme vaginal dan G-spot. Penelitiannya menunjukkan, setiap klimaks sebenarnya merupakan orgasme campuran yang melibatkan klitoris, G-spot, dan vagina.

Ketika mengalami orgasme, daerah otak yang disebut nukleus paraventrikular menumbahkan gelombang oksitosin ke dalam aliran darah. Sementara neurohormon ini mengalir melalui otot panggul, hal itu menyebabkan rangkaian kontraksi berirama, dalam interval setiap 0,08 detik. Jantung mulai memompa oksigen tambahan pada bagian yang berdenyut, untuk menjaganya tetap seperti itu selama total waktu 20 detik.

Kontraksi akan lebih kuat jika Anda rutin melakukan latihan Kegel. Selain itu, latihan pernapasan juga membantu meningkatkan orgasme. Jangan menahan napas selama klimaks, karena akan mengurangi sensasinya. Sebaliknya, tarik napas pendek dan cepat sampai dan selama klimaks.

”Bernapas cepat mengurangi kadar karbondioksida, dan kemungkinan besar membuat kontraksi vagina lebih intens,” kata Robert Fried profesor biopsikologi di Hunter College yang mempelajari kecemasan dan pernapasan.

Second round
Setelah orgasme, tekanan darah dan denyut nadi menjadi tenang, dan darah mulai mundur perlahan-lahan dari area genital. Dalam hal ini, perempuan memiliki keuntungan dibandingkan laki-laki karena mampu mencapai orgasme berulang.

”Darah mengalir dari penis lebih cepat, tapi bertahan lebih lama di vagina, yang menjaga perempuan tetap terangsang,” kata Herbenick. Tunggu sampai klitoris berkurang sensitivitasnya, lalu minta pasangan memberikan stimulus untuk mencapai puncak selanjutnya

Posted in: Info